Niat menagih hutang di Malaysia, pengusaha asal Bandung ini malah tewas dimutilasi.

February 12, 2019

Seorang pengusaha asal Bandung tewas di Malaysia

Seorang pria menjadi korban mutilasi di Negeri Jiran, Malaysia. Pria tersebut adalah Nuryanto (37).
Nuryanto merupakan seorang pengusaha tekstil asal Baleendah, Kabupaten Bandung. 

Menagih hutang

Meli Rahmawati (33) istri korban mengatakan bahwa suaminya ke Malaysia untuk menagih hutang yang mencapai Rp 2 milliar. Hutang tersebut berasal dari beberapa pengusaha yang berada di Malaysia. 

"Dia mau ngambil uang (penagihan). Dia bilang di Malaysia sudah numpuk, masih besar sekitar Rp 2 miliar, yang belum tertagih. Saya enggak tahu itu dari berapa orang pengusaha di sana," ujarnya.

Sempat stress

Menurut Meli, sebelum berangkat ke Malaysia, suaminya sudah mulai terlihat stres sejak tiga sampai empat bulan lalu tepatnya. Pasalnya banyak pengusaha yang macet pembayaran sementara dirinya sudah ditagih oleh pihak pabrik. 

"Masalah mah ada, banyak yang macet di luar, sementara ke pabrik harus lancar. Aa bilang, 'Mi barang di sini (Malaysia) masih banyak sekitar Rp 2 miliar. Kalau barang yang sudah laku Rp 7 miliar'," ujarnya.

Ingin menemui pengusaha di Malaysia

Keberangkatan suaminya itu, ingin memastikan pembayaran dari rekan bisnisnya itu bisa lancar dan segera dilunasi. Pasalnya, suaminya itu sudah ditagih oleh pihak pabrik atau pemilik barang yang dijual Nuryanto ke Malaysia.

"Katanya ke Malaysia mau ketemu temannya namanya Muhammad Jimmy," katanya.

Ditemukan di sungai

Sementara itu, Hermawan, salah satu anggota tim pengacara Nuryanto, mengatakan, bahwa pihaknya menerima informasi tersebut dari Kepolisian Malaysia. Menurut informasi yang didapatnya jenazah Hermawan ditemukan di sebuah sungai di Malaysia.

"Berdasarkan informasi dan keterangan Kepolisian Malaysia, jenazah itu diduga klien kami. Petunjuk kepolisian Malaysia mengarah kepada Nuryanto. Sebab ditemukan bukti petunjuk seperti baju, telepon genggam ditemukan di sekitar lokasi," katanya.

Ke Malaysia untuk tujuan bisnis

Lebih lanjut, Hermawan menyebut bahwa tujuan Nuryanto ke Malaysia untuk urusan bisnis.

"Pertama klien kami berangkat Kamis, 17 Januari 2019. Tanggal 17 itu rencanya mau ngambil uang ke Malaysia karena klien kami bisnisnya menjual kain juga di Malaysia. Beliau ke sana untuk ketemu relasinya," ungkap dia.

Hilang komunikasi sejak 22 Januari 2019

Selama di Malaysia, lanjut Hermawan, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Hingga akhirnya pada 22 Januari 2019 lalu, pihaknya kehilangan komunikasi dengan Nuryanto. Sementara itu, saat dikonfirmasi ke pihak maskapai yang digunakan Nuryanto, Air Asia, perjalanan pergi dan pulang Nuryanto terjadwal 17 Januari dan 23 Januari 2019.

"Kami lost contact tanggal 22 Januari. Handphone dia sudah enggak aktif. Karena check in di hotel terakhir tanggal 21-23 Januari, otomatis kan tanggal 23 dia harus pulang. Masuk tengah malamnya, tanggal 21 sudah lost contact," ujarnya.

Ditemukan dengan jasad wanita

Hermawan juga menambahkan bahwa jasad yang diduga Hermawan ditemukan bersama seorang perempuan yang juga diduga WNI pada tanggal 26 Februari di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

Informasi inipun ternyata sempat ramai di sejumlah media massa di Malaysia setelah kepolisian setempat mengumumkan penemuan kedua mayat yang telah dimutilasi di pinggir sungai tersebut. 

Korban dikenal sebagai sosok yang baik

Sementara itu, seorang ketua RT di lingkungan Nuryanto tinggal mengatakan bahwa korban adalah sosok yang sangat baik dan dermawan. Korban kerap menyumbang dalam kegiatan di masyarakat.

"Beliau orang baik, beliau selalu menjadi donatur setiap ada kegiatan di sini. Baik Agustus-an maupun mauludan dan rajaban," kata Ketua RW 08 Uwas di Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Sumber : https://planet.merdeka.com/
Previous
Next Post »
0 Komentar